Struktur
Dongeng biasanya terbagi menjadi tiga bagian yaitu pendahuluan, peristiwa atau isi dan penutup.
[3] Pendahuluan merupakan kalimat pengantar untuk memulai dongeng .
[3] Pristiwa atau isi merupakan bentuk kejadian-kejadian yang disusun besarkan urutan waktu.
[3]
Penutup merupakan akhir dari bagan cerita yang dibuat untuk mengakhiri
cerita, kalimat penutup yang sering digunakan dalam dongeng,misalnya
mereka hidup bahagia selamanya.[3]
Ciri khas
Dongeng biasanya diceritan dengan alur yang sederhana.
[3] Penulisan dongeng ditulis dalam alur cerita yang singkat dan bergerak cepat.
[3] Saat menceritakan atau menulis dongeng biasanya
karakter tokoh tidak diceritakan secara rinci.
[3] Dongeng biasanya ditulis seperti gaya penceritaan secara
lisan.
[3] Serta pendahuluan dalam cerita sangat singkat dan lansung pada topik yang ingin diceritakan.
[3]
Jenis-jenis
Dongeng dapat dibedakan menjadi tujuh jenis, yaitu mite, sage, fabel,
legenda, cerita jenaka, cerita pelipur lara dan cerita perumpamaan.
[2] Mite merupakan bentuk dongeng yang menceritakan hal-hal gaib seperti cerita tentang dewa, peri ataupun
Tuhan.
[2]
Sage merupakan cerita dongeng tentang kepahlawanan, keperkasaan, atau
kesaktian seperti cerita dongeng kesaktian Patih Gajah Mada.
[2] Fabel merupakan dongeng tentang
binatang yang bisa berbicara atau bertingkah laku seperti
manusia.
[2] Legenda merupakan bentuk dongeng yang menceritakan tentang suatu pristiwa mengenai asal usul suatu benda atau pun tempat.
[2] Cerita jenaka merupakan cerita yang berkembang dalam masyarakat yang bersifat
komedi serta dapat membangkitkan tawa contoh Cerita Pak Belalang.
[2][4]
Cerita pelipur lara biasanya merupakan bentuk cerita yang bertujuan
untuk menghibur para tamu dalam suatu perjamuan dan diceritakan oleh
seorang ahli cerita seperti
wayang yang diceritakan oleh seorang dalang.
[2]
Cerita perumpamaan merupakan bentuk dongeng yang mengandung
kiasan/ibarat nasihat-nasihat, yang bersifat mendidik contoh seorang
Haji pelit.
[2] Cerita daerah ialah cerita yang tumbuh dan berkembang di suatu
daerah.
[2]
Unsur-unsur intrinsik
Dongeng biasanya mengandung lima unsur intrinsik yaitu tema, alur, penokohan, latar, amanat.
[1][5] Tema merupakan ide pokok dari cerita dan merupakan patokan untuk membagun suatu cerita.
[1][5] Alur merupakan jalan cerita yang diurutkan besarkan sebab-akibat atau pun besarkan urutan
waktu.
[1][5] Penokohan merupakan proses penampilan
tokoh dengan pemberian
watak, dan
sifat.
[6] Latar merupakan salah satu unsur pembentuk cerita yang menunjukana dimana, dan kapan rangkaian-rangkaian cerita itu terjadi.
[2] Amanat merupakan
pesan yang ingin disampaikan pengerang kepada pembaca melalui cerita yang dibuatnya.
[2]
0 komentar:
Posting Komentar